top down
Google+ Facebook Twitter Youtube

FENOMENA "HAMIL DULUAN"



Sudah 3 bulan, ku hamil duluan, gara-gara aku pacaran gelap-gelapan

Itulah sepenggal lirik lagu dangdut yang didendangkan Tuti Wibowo. Mungkin itu merupakan bentuk keprihatinan sang pencipta lagu pada akibat pergaulan anak muda sekarang di Indonesia khususnya. Yah, apalagi kalau bukan “hamil duluan”.

Di lingkungan sekitar saya atau anda tinggal pun pasti ada yang demikian. Ada yang baru lulus SMP, masih duduk dibangku SMA, atau masih duduk dibangku kuliah tetapi sudah harus meninggalkan bangku sekolah hanya karena “hamil duluan“. Tapi kenapa justru orang tua sekarang juga terkesan santai mendapati anaknya hamil diluar nikah, atau anaknya menghamili anak orang diluar nikah? “Biasa, anak sekarang” begitu katanya. Benarkah hamil duluan bukan lagi sebagai aib keluarga, tapi sudah menjadi gaya hidup? Astagfirullah…..

Hamil duluan terjadi akibat sebuah hubungan diluar pernikahan yang syah. Jadi merupakan suatu bentuk perzinahan. Dan jika di tinjau dari segi agama apapun, pasti perbuatan zina itu tidak diperbolehkan. Walaupun hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka, dan tanpa ada unsur paksaan.


Apapun penyebabnya, nasi sudah menjadi bubur. Si anak sudah terlanjur hamil. Beruntung bagi yang sudah memiliki KTP, karena mereka bisa langsung mengurus surat-surat untuk selanjutnya naik ke pelaminan secara syah. Bagaimana dengan yang belum punya KTP karena belum cukup umur? Mereka “terpaksa nikah dibawah tangan“. Yah nikah siri istilah bekennya sekarang. Padahal kita semua tahu bagaimana legalitas atau kekuatan hukum nikah siri itu seperti apa? Hanya syah menurut agama saja.Lantas apakah fenomena hamil duluan ini hanya semata-mata kesalahan si anak? Tidak adakah andil dari orang tua? Menurut saya orang tua juga turut memiliki andil dalam hal ini. Mungkin karena orang tua kurang “menanamkan nilai agama” pada si anak? Mungkin juga orang tua tidak mengenalkan “sex education” pada anaknya yang mulai remaja karena menganggap tabu? Atau mungkin juga orang tua “kurang perhatian” pada pergaulan anaknya sehari-hari?


Belum lagi kalau nanti mereka melahirkan. Maka bagi yang menikah di bawah tangan, secara otomatis tidak akan bisa mengurus “akta kelahiran“. Padahal akta kelahiran merupakan salah satu dokumen penting bagi si bayi ke depannya. Kesimpulannya “hamil duluan” bukan merupakan sebuah gaya hidup baru, tetapi tetap merupakan aib akibat salah pergaulan.

Dalam kasus hamil duluan ini wanita memang selalu menjadi pihak yang paling dirugikan, tetapi yang anehnya tetap saja wanita mau melakukan hal hal tersebut, habis cinta sih…..itulah alasan yang klise dan mau digombalin oleh para lelaki heheheheheh…


Selain itu ada beberapa risiko yang bisa timbul dari kehamilan di usia dini, yaitu:

Kurangnya perawatan selama hamil dan sebelum melahirkan
Gadis remaja yang hamil terutama jika tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya sangat berisiko mengalami kekurangan dalam hal perawatan selama hamil dan sebelum melahirkan. Padahal perawatan ini sangat penting terutama di bulan-bulan awal kehamilan. Perawatan ini berguna untuk memantau kondisi medis ibu dan bayi serta pertumbuhannya, sehingga jika ada komplikasi bisa tertangani dengan cepat.

Tekanan darah tinggi
Remaja yang hamil memiliki risiko mengalami tekanan darah tinggi atau disebut dengan pregnancy-induced hypertension, dibandingkan dengan perempuan yang hamil diusia matang. Kondisi ini memicu terjadinya preeclampsia, yaitu kondisi medis berbahaya yang menggabungkan tekanan darah tinggi dengan kelebihan protein dalam urin, pembengkakan tangan dan wajah ibu serta kerusakan organ.

Kelahiran prematur
Kehamilan yang normal berlangsung selama 38-40 minggu, sehingga jika lahir sebelum usia tersebut disebut dengan kelahiran prematur. Jika ibu yang hamil tidak mendapatkan perawatan yang cukup atau mengalami kondisi tertentu, bisa memicu kelahiran prematur yang berisiko pada bayinya seperti gangguan pernapasan, sistem pencernaannya belum sempurna atau gangguan organ lainnya.

Berat badan bayi lahir rendah
Jika kelahiran terjadi secara prematur atau tidak mendapatkan gizi yang cukup selama hamil, ada kemungkinan bayi yang lahir memiliki berat badan yang rendah. Bayi yang memiliki berat badan rendah biasanya sekitar 1.500-2.500 gram, sedangkan jika di bawah 1.500 gram maka tergolong berat badan sangat rendah. Hal ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat membahayakan sang bayi.

Risiko tertular penyakit menular seksual (PMS)
Remaja yang melakukan hubungan seks memiliki risiko tertular penyakit seksual seperti chlamydia dan HIV. Hal ini sangat penting untuk diwaspadai karena PMS bisa menyebabkan gangguan pada serviks (mulut rahim) atau menginfeksi rahim dan janin yang sedang dikandung.

Depresi pasca melahirkan (postpartum depression)
Kehamilan yang terjadi pada saat remaja berisiko tinggi mengalami depresi pasca melahirkan. Para gadis ini akan merasa down dan sedih setelah melahirkan bayinya. Depresi ini bisa mengganggu perawatan bayi yang baru lahir dan juga perkembangan remaja tersebut. Karena itu remaja harus berbicara secara terbuka dengan dokter atau orang lain yang dipercayainya.

Timbul perasaan sendiri dan terasing
Remaja yang hamil cenderung akan memiliki pikiran takut, terisolasi atau merasa sendiri. Kondisi ini akan mempengaruhi perkembangan jiwanya dan juga janin yang ada di dalam kandungannya. Karena itu memiliki minimal satu orang yang bisa dipercaya dapat memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan agar ia selalu sehat selama kehamilannya.

Namun hal itu tetap masih bisa kita hindari dengan menanamkan pendidikan agama pada anak kita. Agama ibarat pondasi rumah. Semakin kuat pondasinya, maka rumah akan semakin kokoh. Yang berikutnya mengenalkan anak yang sudah menginjak remaja tentang sex education. Kerja sama antara orangtua, Guru  dan masyarakat tentunya juga diperlukan untuk memberi penjelasan dan menjaga agar hal ini tidak terjadi.  Tidak selamanya sex itu harus vulgar. Dan tidak selamanya membahas masalah sex itu tabu. Yang berikutnya dengan memberikan perhatian lebih pada anak. Insya allah jika hal itu kita terapkan, anak kita akan tumbuh menjadi anak yang agamis, smart dalam bergaul dan tetap bisa menatap masa depan yang lebih baik lagi.

Kalau bukan kita, siapa yang akan peduli pada generasi kita?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

2 Response to "FENOMENA "HAMIL DULUAN""

Poskan Komentar

Terima Kasih Atas Komentarnya. Kamu Baik Sekali Deh....!